Selasa, 19 April 2011

Cara Daftar 3 Unlimited dan Setting GPRS, MMS, 3G di HP dan Modem


Cara Daftar 3 Unlimited dan Setting GPRS, MMS, 3G di HP dan Modem – Paket Internet Three (3) memang sepertinya masih menjadi yang terbaik saat ini dibanding dengan unlimited simpati, as telkomsel ataupun XL flash, Flexi dan Indosat .
Bagaimana tidak, paket internet unlimited 3 mempunyai batas kuota yang banyak dibanding provider lain.

Cara Daftar Paket 3 Unlimited Bulanan :
  1. Untuk Register, Ketik MAU<spasi>Paket Kuota yang diinginkan dan kirim ke 234 (gratis)
  2. Untuk Stop, Ketik STOPPaket Kuota
Untuk dapat berinternet, kita harus setting GPRS, MMS, 3 G di HP agar Handphone yang kita pakai mengenali kartu yang dipakai sehingga dapat berinternet.

Berikut Cara Setting GPRS, MMS, dan 3G Manual di HP china, BB, Nokia, Nexian, Sony Ericsson, Motorola, Iphone, Android :
  1. Masuk ke Menu, click Services > Option > Settings > Default Access Point > Options > New Access point > Use default settings
  2. Ganti parameter GPRS yang dibutuhkan seperti yang dijabarkan dibawah ini
  3. Connection name – 3gprs Data bearer – GPRS Access point name – 3gprs User name – 3gprs Prompt Password – No Password – 3gprs Authentication – Normal Homepage – http://wap.three.co.id Connection Security – off Session mode – permanent
  4. Press Option > Advanced Setting, Masukkan parameter yang dibutuhkan seperti yang dijabarkan dibawah ini :
  5. Phone IP address – Automatic Primary name server – 0.0.0.0 Secondary name server – 0.0.0.0 Proxy server address – 10.4.0.10 Proxy port number – 3128
Sedangkan Bagi yang Menggunakan Modem (Example : Huawei, Vodafone, O2, Zte dll) dengan kartu tri/Three, ubah My Profile dan isi data berikut :

APN : 3data (/internet)
dataUsername : 3data
Password : 3data
Dial Number : *99#

Demikianlah cara daftar paket internet 3 (Three) unlimited dan cara setting GPRS, MMS serta setting profile modem 3.
Semoga Bermanfaat

Senin, 28 Maret 2011

Yahoo Messenger Blank


Ini pengalaman saat menggunakan yahoo messenger versi jadul yaitu versi 8.
Sebelumnya menggunakan yahoo messenger versi terbaru yaitu 10,
tapi rasanya kurang nyaman karena loading yang lambat, serta popup new message yang terkadang mengganggu.

Oke caranya seperti ini :
1. buka regedit
2. pergi ke HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Internet Settings\Zones
3. Jika kamu klik Zones, disitu harusnya cuma ada angka nomor 0 sampai 4 saja, tetapi jika kamu liat di atas sendiri ada karakter aneh semacam kotak, nah itu biang keroknya. Kamu delete aja.
4. Exit yahoo messeger dari taskbar klik kanan exit.
5. Lihat di task manager apakah masih ada background process yahoo messenger yang masih berjalan, jika ada kamu end process.

Beres, coba login lagi. Bisa kan ?

Source: yandikomputer

Rabu, 09 Maret 2011

Menaklukan VGA Silicon Integrated Systems [SiS] 661/741/760 dengan mudah di ubuntu

Sebenarnya malam ini mau garap modul phpmution (cloning youtube) karena resolusi monitor yang sangat gak mendukung akhirnya tak oprek-opreklah monitor agar bisa tampil sempurna, sekian lama muter-muter di dunia maya cari driver vga SIS tersebut akhirnya ketemu disini. ternyata untuk vga [SiS] 661/741/760 dengan mudah di taklukan tanpa driver atau install menginstall, caranya sebai berikut
pertama chek versi vga anda dengan perintah
kurnia@admin-PC:~$ lspci | grep -i vga
01:00.0 VGA compatible controller: Silicon Integrated Systems [SiS] 661/741/760 PCI/AGP or 662/761Gx PCIE VGA Display Adapter
perintah kedua jalankan
kurnia@admin-PC:~$ sudo -i
[sudo] password for kurnia:
root@admin-PC:~# dpkg-reconfigure -phigh xserver-xorg
setelah selesai maka restartlah GDM untuk melihat hasilnya
root@admin-PC:~# /etc/init.d/gdm restart
PC atau laptop anda akan tampil sempurna dan akan mendapatkan resolusi 1024×768 yang awalnya cuma 800×600.Apabila resolusi monitor anda masih belum bisa mendapatkan resolusi 1024×768 maka dengan terpaksa harus memaksa dengan menggunakan tool ddcprobe untuk lebih detailnya kunjungi blog ini
kalau punya saya dengan perintah diatas sudah mendapatkan resolusi yang mantabs… 
 

Nambah resolusi monitor di ubuntu

Hampir semua Ubuntu yang dipake client, deteksi resolusi monitornya udah otomatis. Dari sekitar 50 pc sejauh ini, hanya 5 yang rewel maunya pake resolusi 800x600. Dan itu hampir semuanya adalah vga card SIS. Satu onboard dan yang laen bukan onboard. Tapi semuanya itu adalah vga card versi lama.

Nggak tau persisnya gemana. Tapi SIS emang vga card yang ribet sejak dulu deh. Dan coba pake driver vesa juga sama. Karena disini (nggak beda dengan di Indo maunya cari hardware murah), mau nggak mau yah gue harus belajar atasin SIS ini :-D

Check VGA card

Pasti loe semua dah tau kan command yang ini:

lspci | grep -i vga

Nih contoh hasilnya dari salah satu computer:

01:00.0 VGA compatible controller: Silicon Integrated Systems [SiS] 661/741/760 PCI/AGP or 662/761Gx PCIE VGA Display Adapter

Disini gue akan bagi-bagi cara settingnya. Tapi gue nggak mau ribet cari resolusi maximalnya. Asal bisa 1024x768 sekitar frekuensi 70-85hz dah cukup deh. Kalo dibawah resolusi itu, hanya interlace tentunya nggak nyaman di mata.

Generate xorg.conf yang baru

Ini cara yang paling simple. Generate yang baru konfigurasi xorg.conf dengan cara ini. Oya, ada baeknya ke tty1 aja yah ngerjainnya:

sudo -i
dpkg-reconfigure -phigh xserver-xorg


Lalu coba restart GDM untuk liat ada hasilnya:

/etc/init.d/gdm restart


Deteksi resolusi dan frekuensi monitor
Kalo ternyata resolusinya masih belon bener, ini kemungkinan karena frekuensi monitor blon di kenalin dengan baek. Umumnya monitor yang dah dikenalin Linux, akan langsung OK. Tapi banyak juga monitor yang modelnya gak bisa dikenali. Caranya simple aja. Masukin aja frekuensi monitor ke xorg.conf.

Install dulu paket "xresprobe" kalo emang blon terinstall.

apt-get install xresprobe
Setelah itu, deteksi aja dengan command ini:

ddcprobe
Nih contoh hasilnya dari deteksi di monitor gue:

vbe: VESA 3.0 detected.
oem: VIA P4M800 PRO
vendor:
product:
memory: 65536kb
mode: 640x480x256
mode: 640x480x64k
mode: 640x480x16m
mode: 800x600x256
mode: 800x600x64k
mode: 800x600x16m
mode: 1024x768x256
mode: 1024x768x64k
mode: 1024x768x16m
mode: 1280x1024x256
mode: 1280x1024x64k
mode: 1280x1024x16m
mode: 1600x1200x256
mode: 1600x1200x64k
mode: 80x60 (text)
mode: 800x600x16
edid:
edid: 1 3
id: a023
eisa: DELa023
serial: 32345053
manufacture: 4 2007
input: sync on green, analog signal.
screensize: 34 27
gamma: 2.200000
dpms: RGB, active off, suspend, standby
timing: 720x400@70 Hz (VGA 640x400, IBM)
timing: 640x480@60 Hz (VGA)
timing: 640x480@75 Hz (VESA)
timing: 800x600@60 Hz (VESA)
timing: 800x600@72 Hz (VESA)
timing: 800x600@75 Hz (VESA)
timing: 1024x768@87 Hz Interlaced (8514A)
timing: 1024x768@75 Hz (VESA)
ctiming: 1152x864@75
ctiming: 1280x1024@60
dtiming: 1280x1024@70
monitorserial: FJ17971P24PS
monitorname: DELL E177FP
monitorrange: 31-80, 56-75


Perhatiin aja baris "monitorrange". Itu yang kita butuhkan. Edit file xorg.conf dan tambahkan angka itu disection "Monitor" dengan cara seperti ini:

Section "Monitor"
Identifier "Generic Monitor"
HorizSync 31-80
VertRefresh 56-75

EndSection


Sekarang coba restart lagi GDM-nya. Dan liat hasilnya. Umumnya langkah ini akan mendapatkan hasil. Dan nggak pake resolusi 800x600 lagi ;-)

Paksain resolusi tertentu
Walau resolusi udah nggak 800x600 lagi, kadang kita masih nggak puas. Kenapa? Karena bisa aja dapat resolusi terlalu gede. Sehingga semua font dan icon nampak terlalu kecil. Atau kadang dapat resolusi 1024x768, tapi nggak enak dimata. Karena interlaced. So ... kita harus maksaain setting untuk gunakan resolusi yang kita mau dan frekuensi yang kita mau juga.

Gue nggak mau ribet masalah dukungan 3D. User office nggak perlulah pake 3D. Biasanya cari resolusi 1024x768 aja. Mungkin ada beberapa tergantung frekuensinya. Gue biasanya pilih yang 70-75 saja. Karena rata-rata monitor sini lama juga. Ulang aja command "ddcprobe" dengan cara ini:

ddcprobe |grep 1024x768

Dan ini hasilnya:
mode: 1024x768x256
mode: 1024x768x64k
mode: 1024x768x16m
timing: 1024x768@87 Hz Interlaced (8514A)
timing: 1024x768@75 Hz (VESA)

Nih contoh gue akan pake driver VESA dengan resolusi 1024x768@75Hz. Edit kembali xorg.conf dan tambahkan ini:

Section "Device"
Identifier "Generic Video Card"
Driver "vesa"
EndSection

Section "Screen"
Identifier "Default Screen"
Monitor "Generic Monitor"
Device "Generic Video Card"
Defaultdepth 24
SubSection "Display"
Depth 24
Modes "1024x768"
EndSubSection

EndSection


Lalu generate modeline dari command ini:

gtf 1024 768 75

Nih hasilnya:

# 1024x768 @ 75.00 Hz (GTF) hsync: 60.15 kHz; pclk: 81.80 MHz
Modeline "1024x768_75.00" 81.80 1024 1080 1192 1360 768 769 772 802 -HSync +Vsync

Simpan ke dalam xorg.conf disection Monitor:

Section "Monitor"
Identifier "Generic Monitor"
HorizSync 31-80
VertRefresh 56-75

# 1024x768 @ 75.00 Hz (GTF) hsync: 60.15 kHz; pclk: 81.80 MHz
Modeline "1024x768_75.00" 81.80 1024 1080 1192 1360 768 769 772 802 -HSync +Vsync

EndSection


Sekarang coba restart GDM untuk liat hasilnya. Oya, bisa coba driver VESA maupun SIS. Tergantung mana yang OK deh.

Sejauh ini yang gue tau. Tapi kalo ada tools yang laen, boleh juga deh :-D

Kamis, 03 Maret 2011

Konfigurasi xorg.conf Untuk Monitor Yang Tidak Dikenal

Sering dijumpai beberapa kasus, tampilan desktop tidak dapat berukuran sesuai yang kita kehendaki. Misalkan, monitor yang seharusnya dapat menampilkan dimensi 1280×1024, hanya menampilkan 800×600 dan tidak dapat dinaikkan, alias sudah maksimal, opsi untuk dimensi resolusi yang lebih tinggi tersedia.
Banyak yang menyarankan untuk menjalankan perintah
dpkg-reconfigure -phigh xserver-xorg
tetapi tetap saja dimensi resolusi yang lebih tinggi tidak tersedia.
Untuk mengatasinya, kita perlu sedikit menambahi konfigurasi di
/etc/X11/xorg.conf
Pada section “Device” tambahkan konfigurasi driver agar xorg dapat lebih pastidalam mengenali chipset grafis

Section "Device"
     Identifier    "Configured Video Device"
     Driver        "vesa"
EndSection
Jika system dapat mengenali chipset grafis dengan jenis driver yang lebih sesuai, nama driver boleh diganti, tetapi jika menjadi tidak kuat untuk menampilkan grafis, sebaiknya dikembalikan, atau tetap menggunakan vesa.
Kemudian pada section “Screen” tambahkan informasi mode dimensi yang ingin digunakan.

Section "Screen"
     Identifier    "Default Screen"
     Monitor        "Configured Monitor"
     Device        "Configured Video Device"
          SubSection "Display"
               Modes    "1024x768"
          EndSubSection
EndSection
Pada bagian Modes didalam SubSection, dapat diubah-ubah sesuai yang diinginkan asal masih dalam perbandingan 4:3 dengan kelipatan 8 untuk vesa.
Setelah itu simpan dan restart xorg yang digunakan.
Catatan :
Penulis melakukan testing dengan keterangan sebagai berikut ;
  1. Ubuntu 8.04 Hardy Heron
  2. Chipset grafis SIS,
  3. Monitor Unknown

Selasa, 08 Februari 2011

Nautilus - File Manager Ubuntu

Nautilus – File Manager Ubuntu

Dari Ubuntu Indonesia

Pengantar Nautilus

Ringan dan Ringkas! Itulah fitur yang diusung oleh Nautilus yang sudah lama menemani Desktop Gnome sebagai file manager. Fitur–fitur yang dimilikinya memiliki kelebihan dibandingkan dengan file manager di beberapa sistem operasi lainnya.


Mengaktifkan Nautilus

Ada dua cara untuk mengaktifkan nautilus, yaitu :
  1. Klik menu Places dan pilih salah satu item yang ada di sana.
  2. Tekan ALT+F2 dan ketikkan nautilus kemudian tekan Enter.

Window Nautilus akan tampak seperti berikut ini (gambar N.1).
Gambar N.1
Keterangan :
  1. Menubar
  2. Toolbar
  3. Pengatur Tampilan Panel kiri
  4. Address bar (alamat folder dalam komputer)
  5. Panel Folder Utama (drive, home, desktop, dll)
  6. Panel bookmark (mempercepat akses ke folder favorit)
  7. Daftar File atau Folder
  8. Status bar (informasi isi folder dan ruang kosong harddisk)
Perhatikan tata letak item-item di atas karena akan bermanfaat untuk memahami penjelasan selanjutnya


Optimalkan Setting Nautilus

Secara standar nautilus telah terseting sesuai dengan kemudahan pengguna, ada baiknya beberapa pengaturan tambahan perlu dilakukan untuk lebih memudahkan pengguna. Pengaturan ini bersifat relatif (tidak mesti harus dilakukan). Untuk melakukan perubahan pengaturan klik menu Edit → Preferences.
Dua bagian yang bisa dioptimalkan adalah tab behavior dan tab media, perhatikan gambar N.2 dan gambar N.3 dibawah ini.
Gambar N.2-N3

Lakukan setting seperti gambar di atas, sehingga file autorun tidak langsung aktif dan media yang disisipkan pada komputer (USB Flash Disk) tidak akan dibrowse otomatis.


Operasi File atau Folder

Menyalin Data (Copy)

Klik kanan pada file atau folder yang bersangkutan dan pilih Copy atau tekan tombol CTRL+C. Untuk menempelkan data yang telah disalin tadi kemudian ke folder tujuan lalu klik kanan pada panel file (sebelah kanan) dan pilih Paste atau tekan tombol CTRL+V. Ketika proses menyalin data berlangsung maka akan muncul window progress yang diperlihatkan gambar N.4 seperti dibawah ini.
Gambar N.4


Memindah Data (move)

Klik kanan pada file atau folder yang bersangkutan dan pilih Cut atau tekan tombol CTRL+X, untuk menempelkan klik kanan pada area kosong di panel file dan pilih Paste atau tekan tombol CTRL+V.


Menghapus Data (Delete)

Menghapus data ada dua jenis :
  • Memindahkan ke Tong Sampah atau Wastebasket (file yang terhapus bisa dikembalikan) Klik file atau folder yang bersangkutan dan klik kanan pilih Move to Trash atau tekan tombol Del pada Keyboard.
  • Menghapus secara permanen (file terhapus tidak bisa dikembalikan lagi). Klik file atau folder yang bersangkutan dan klik kanan pilih Delete atau tekan tombol SHIFT+DEL.


Mengembalikan data yang terhapus dari Tong Sampah

Klik icon Trash pada panel kiri (gambar N.5).
Gambar N.5

Jika Anda ingin mengembalikan file yang telah terhapus, klik kanan pada file yang bersangkutan dan pilih Restore, dan jika ingin menghapus permanen pilih Delete Permanently. Untuk mengosongkan isi Tong Sampah, klik tombol Empty Trash pada pojok kanan atas.


Mengganti Nama File atau Folder

Klik file atau folder yang bersangkutan dan klik kanan pilih Rename atau tekan tombol F2 setelah file atau folder tersorot. Tekan Enter jika sudah selesai mengganti nama file.


Menampilkan File atau folder tersembunyi

Pada sistem operasi GNU/Linux, file atau folder hidden ditandai dengan nama file yang ada “titik” di depannya (misal : .config). Untuk memunculkan file hidden klik menu View → Show hidden Files atau tekan tombol CTRL+H. Untuk menyembunyikan lagi lakukan hal yang sama. Gambar N.6 merupakan contoh folder home dengan menampilkan file dan folder yang hidden.
Gambar N.6


Mencari File atau Folder

Sebelum melakukan pencarian file atau folder, Anda harus masuk ke folder di mana kira-kira berkas yang Anda simpan. Setelah itu klik toolbar pencarian file (lihat gambar N.7). Selanjutnya ketik nama berkas yang ingin Anda cari pada teks Search dan tekan Enter untuk memulai proses pencarian. Beberapa file ditemukan dengan kata kunci pencarian “ubuntu” (lihat gambar N.7 di bawah)
Gambar N.7


Filter Nama file atau folder

File dan folder yang banyak kadang membuat kesulitan saat pencaharian. Agar cepat menemukan, cara yang efisien adalah dengan mem-filter nama item yang dicari. Caranya klik pada area kosong di Daftar file atau folder (panel kanan) dan mulailah mengetikkan nama item yang dicari (tulisan yang Anda ketik akan tampil pada panel kanan bawah), jika ada maka item akan diseleksi oleh nautilus, pada contoh ini penulis ingin menemukan folder Public pada direktori Home saya (lihat gambar N.8).
Gambar N.8


Kompres/Ekstrak File atau Folder

Untuk mengecilkan ukuran file yang ingin distribusikan, ada baiknya file tersebut dikompres dalam format tertentu. Ubuntu memiliki utility kompres file yang sudah terintegrasi. Anda tinggal klik kanan file atau folder yang bersangkutan dan pilih Compress... kemudian klik Create untuk memulai pembuatan file arsip. Sebaliknya untuk mengekstrak file arsip Anda klik kanan dan pilih menu Ekstract Here.
Catatan:
File .rar dan .7z tidak didukung secara standar oleh nautilus. Anda perlu menginstall aplikasi 7zip (FREE) untuk bisa mengakses file arsip tipe ini dan beberapa tipe arsip komersial lainnya.


Removeable Media di Ubuntu

Removeable media di Ubuntu berupa:
  • CD/DVD ROM
CD/DVD ROM akan di-mount otomatis oleh oleh nautilus, Anda bisa menemukannya di panel kiri (panel folder utama). Untuk mengeluarkan CD/DVD dari Drive, klik kanan pada CD/DVD pilih Eject.
  • Flashdisk/Harddisk Eksternal
Flashdisk atau Harddisk juga akan Anda temukan di panel folder utama. Untuk melakukan remove yang aman, klik kanan Flashdisk dan pilih Safely Remove Drive. Jika sukses maka drive flashdisk Anda tidak akan muncul di panel lagi.


Beberapa fitur-fitur menarik Nautilus

Beberapa fitur-fitur menarik Nautilus sebagai berikut:
  • File pdf, gambar, music ditampilkan otomatis (gambar N.9).
Gambar N.9


Untuk file music dapat didengarkan potongannya tanpa perlu membuka sebuah player khusus. Cukup sorot file music yang diinginkan maka Anda akan mendengarkan musik tersebut.
  • Tab-tab pada daftar file.
Tab-tab pada program mungkin sering Anda jumpai pada browser saat ini. Keunikan fitur ini juga sudah disisipkan pada nautilus. Untuk memanfaatkan fitur ini Anda bisa klik kanan pada folder (baik itu pada panel kiri maupun panel kanan serta Address bar) dan pilih Open in New Tab, atau dengan cara klik folder yang ingin dibuka dan tekan tombol CTRL+T. Fitur ini untuk menghemat jumlah window yang terbuka pada desktop (gambar N.10).
  • Bookmark Folder favorit sehingga cepat diakses.
Di panel kiri terdapat fitur folder bookmark (lihat bagian Mengaktifkan Nautilus, gambar N.1). Untuk menambah daftar panel bookmark ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan :
  • Klik folder yang bersangkutan lalu pilih menu Bookmark - Add Bookmark.
  • Klik folder yang bersangkutan lalu tekan tombol CTRL+D
  • Klik folder yang bersangkutan lalu drag ke panel bookmark.
Untuk menghapusnya Anda bisa klik kanan pada panel bookmark dan pilih Remove (folder asli tidak ikut terhapus). Bisa juga ke menu Bookmark - Edit Bookmark.
Gambar N.10


  • Mounting file arsip (.tar.gz, .iso, dll) sebagai drive.
Tanpa perlu membuka file arsip dengan program arsip manager, Anda bisa membuka file arsip Anda sebagai drive (gambar N.11). Klik kanan file yang bersangkutan dan pilih Open with Archive Mounter.
Gambar N.11


  • Script-script yang bermanfaat untuk nautilus.
Untuk menambahkan script buat nautilus Anda perlu meng-install beberapa script (cara instalasi paket ini bisa Anda pelajari pada bagian instalasi software ubuntu) yang sering dipakai dalam sehari-hari, yaitu:
  1. nautilus-open-terminal (untuk mempercepat akses ke terminal)
  2. nautilus-image-converter (untuk merubah ukuran gambar dan orientasi gambar)
  3. nautilus-wallpaper (untuk mengatur gambar menjadi wallpaper)


Running Nautilus sebagai Root

Pada paparan di atas, nautilus masih bekerja pada mode user biasa yang sering Anda pakai dalam kegiatan sehari-hari. Kadang kala perlu juga mengaktifkan nautilus pada mode Administrator atau lebih dikenal root untuk memberikan hak akses yang lebih pada file atau folder. Untuk melakukan hal tersebut tekan tombol ALT+F2 dan ketikkan gksudo nautilus kemudian tekan enter atau buka terminal ketik gksudo nautilus. Gunakan metode ini seperlunya saja untuk menghindari kesalahan operasi dengan hak akses root di sistem Ubuntu Anda.





Souce : Ebook Versi 1.0 Ubuntu-Indonesia.Com

Rabu, 02 Februari 2011

Instalasi Flash-Player Pada Ubuntu

flash-ogo.jpeg
Plugin flash pada Ubuntu tidak langsung terinstall. Kita harus mendownload dan instalasi secara manual. Pada repository, plugin flash-player non-free mengharuskan kita mendownload langsung dari situs macromedia tersebut.
Kita dapat menggunakan Synaptic untuk mendownload plugin flash non-free, atau mendownloadnya dan menginstall secara manual.
Untuk cara manual yaitu sebagai berikut;
  1. Download plugin flash untuk linux pada situs Adobe atau disini
  2. Ekstrak isi file tersebut. Kemudian masuk ke terminal. Pada folder plugin flash yang telah diekstrak tadi, jalankan perintah
    • $sudo flashplayer-installer
  3. masukkan path kedalam /usr/lib/firefox
  4. Terakhir tekan y, untuk memulai instalasi. Kemudian q untuk berhenti
  5.  Buka kembali firefox anda, untuk mencoba menjalankan animasi flash pada browser

Cara lain:


Adobe Flashplayer di Ubuntu

Adobe Flashplayer
flash_player

Plugin flash player untuk web browser pada Ubuntu tidak secara langsung terinstall. Anda harus mendownload dan melakukan instalasi secara manual. Pada repository, plugin flash-player non-free mengharuskan kita mendownload langsung dari situs Adobe tersebut. Langkah-langkah Instalasinya sebagai berikut :
  1. Download plugin Flash Player dari  Adobe disini atau download di lokal UGM bisa di sini;
  2. Paket berekstention .deb tersebut cara instalasinya cukup mudah, hanya dengan mendouble klik pada file tersebut, kemudian klik tombol Install Package;
  3. Setelah instalasi, restart web browser Firefox atau Opera Anda. Ujicoba dengan mengakses situs  Youtube.

    source : ugos ugm